gengges

April 21, 2012 § 8 Comments

kalo diitung-itung udah hampir sebulan saya meninggalkan jogja. meninggalkan kota yg bermotto everyday’s sunday everynight’s saturday night itu. #dikeplak

rindu? terkadang.

merindukan rutinitas pagi terutama. dimulai dengan membuka mata. uget sana uget sini. nyalain mp3. cuci muka. gosok gigi. bikin kopi. bakar rokok. melamun sebentar sambil mendengarkan hiruk pikuk jalan raya bercampur dengan suara kicau burung dan mp3 yg berkoar-koar. lalu baru mulai memikirkan mau apa hari ini.

tapi di ibukota rutinitas itu tak dapat dilakukan. dibangunkan oleh teriakan si mama. buru-buru bangun. buru-buru membangunkan dua makhluk paling kecil di rumah tuk bersekolah. buru-buru mandi. buru-buru sarapan. buru-buru menyiapkan bekal. dsb dsb dsb hingga mereka berdua berangkat sekolah. serba buru-buru.

setelah itu tenang? tidak. lanjut membereskan rumah. kelar semuanya disambung menyiapkan diri sendiri tuk berangkat ngantor. untungnya kantor hasil kongsi, jadi berangkatnya pun tak perlu sebagaimana layaknya jam normal orang ngantor. untuk yg ini tak perlu buru-buru.

dan karena hasil kongsi itu pula terkadang saya tak perlu masuk kantor, toh pekerjaan bisa digarap di rumah. enak? memang. tak enaknya hanya terkadang, tiba-tiba diteriaki untuk angkat jemuran lah, bikin kopi lah, nyetrika lah, manasin sayur lah, bikin kancing lah (jangan heran untuk yg ini karena si mama adalah penjahit yg kadang minta tolong saya tuk bikin kancing), macem-macem. tergantung apa yg terjadi di rumah. maklum tak ada pembantu.

tak masalah sebenarnya namun untuk hal-hal tertentu terkadang ibukota ini terlalu menyesakkan. ga jalanannya. ga orangnya. ga situasinya. sama saja. gengges.

dan ada satu lagi yg gengges. saking genggesnya sampe ga bisa cerita. hahaha..

yasudlah, saya mau pulang dulu. lagian ga penting amat ini postingan yak. maklum aja lah kelamaan ga posting dan BW, jadi daya tulis menurun. #alasankamuh

btw, kalo ada yg punya kerjaan, bagi-bagi yak. kerjaan saya yg sekarang ini tanpa gaji soalnya (dan jangan lah bertanya, “kok bisa?!”).

*seruput habis kopi dingin yg tak lagi dingin*

just note: gengges tuh artinya NGANGGU.

~salam~

§ 8 Responses to gengges

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading gengges at pethakilan.

meta

%d bloggers like this: