aku ingin kita bertemu

January 2, 2012 § 7 Comments

akankah kita bertemu? apakah hari ini? esok? lusa? bulan depan? tahun depan? disaat anak-anak kita telah tumbuh dewasa dan tubuh merenta? ataukah nanti ketika salah satu dari kita sudah dalam perjalanan menuju liang lahat?

dan saat itu, apakah rasa masih sama seperti saat ini? dengan segala emosi yang tetap terjaga. tanpa takut. tanpa amarah. tanpa sakit di hati. tanpa rasa. hanya logika yg tersisa.

ah.. sesungguhnya aku pun tak tahu apa yang kuharap saat kita bertemu kelak.

bermain-main dengan imaji. apakah kau masih hafal dengan habitku yang dahulu sering membuatmu kesal itu? ya, aku masih melakukannya hingga kini. tapi hanya satu hal yang tak pernah sekali pun kukhayalkankan, takut lebih tepatnya, yaitu adegan saat kita bertemu kembali. merekayasa segala hal. apa yang akan terjadi, apa yang kau katakan, apa yang kuucapkan, bagaimana reaksimu, bagaimana responku. ironis, semua itu menakutkan walau hanya dalam khayalan.

hari ini tepat delapan tahun kita tak bertemu. tak bertukar sapa, apalagi kabar. walau dahulu kita pernah tak terpisahkan walau hanya sejenak, tapi jarak setengah jam berjalan kaki kini terasa amat sangat jauh.

bukan, bukan aku berharap kau kembali menjadi dia yang berarti. dalam doa malamku pun tak pernah ada harapan tersebut, walaupun di dalam hati. tapi ingatkah kau bahwa ada satu hal yang tak pernah selesai dalam hubungan ini. ingatkah?

ini bukan tentang kau atau aku. tentang kita?! sama sekali bukan. ini tentang dia. tahukah kau, semakin lama pertanyaan yang dia ajukan semakin sulit. jujur saja aku bingung bagaimana harus menjawabnya. untukku, pertanyaannya lebih membingungkan dibandingkan pilihan memakan buah simalakama.

kemarin, sepulangnya sekolah dia menyodorkan selembar kertas padaku. selembar kertas tugas yg harus dia isi dengan silsilah keluarga. nama ayah, nama ibu, beserta fotonya. ingin rasanya kuhancurkan kertas itu dan membuangnya ke tong sampah, seperti saat kau menghancurkan hidupku dan membuang kami delapan tahun lalu.

jadi, ijinkanlah aku mengajukan satu keinginan. satu-satunya hal yg kuinginkan selama delapan tahun ini, aku ingin kita bertemu. hanya tuk bertanya respon macam apa yang harus kuberikan saat dia berkata, “adek mau ketemu ayah, bunda.”

~~~~~~~

ditulis ulang berdasarkan email seorang kawan.

*menghela nafas sangat panjaaang dan lamaaa sambil makan coki-coki*

~salam~

Tagged: ,

§ 7 Responses to aku ingin kita bertemu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading aku ingin kita bertemu at pethakilan.

meta

%d bloggers like this: