kecuali kita

December 6, 2011 § 5 Comments

Aku takkan mengawali surat ini dengan bertanya apa kabar. Untuk apa? Toh bila aku mau hanya dengan beberapa kali klik membuka berbagai media social itu, aku sudah bisa tahu bagaimana kabarmu. Lagi pula kau tahu, aku ilfil dengan kata-kata ‘apa kabar’. Terlalu terlihat basa-basinya. Aku tak suka.

Ingatkah kau pernah tiba-tiba berkata padaku, “tak ada yang abadi di dunia ini.”
Dan refleks aku bertanya, “lalu kita?”

Seandainya aku tahu bahwa setelah sekian tahun berlalu dan menyadari rasa ini masih sama, aku yakin tak akan tertawa saat kau benar-benar menjawab pertanyaan bodohku itu. Bahkan jika diperbolehkan untuk mengulang kembali, tak akan kutanyakan hal tersebut.

Ohya, ingat tidak waktu itu aku juga pernah bertanya padamu, “kamu percaya ga sama ramalan?”
Dan kau jawab, “tergantung, kalo bagus aku percaya.”

Saat aku masih SMA, adiknya mama pernah berkata nanti ketika umurku telah melebihi angka 20, aku akan bertemu seseorang di masa lalu dan saat itu akan ada yang berbisik, mengatakan “itu soulmatemu.” Si om juga bilang bahwa perjalananku dan ‘si soulmate’ akan sulit dan rasa itu akan bertahan lama. Sangat lama.

Lagi-lagi seandainya waktu itu aku tahu apa yang akan benar-benar terjadi, tak akan kutertawa mendengar kata-kata si om. Dan kalaupun bisa, mungkin aku lebih memilih tak mendengarnya. Bayangkan saja, aku yang saat itu masih senang berpetualang dari satu hati ke hati yang lain bahkan menjalaninnya di saat bersamaan, bagaimana bisa bertahan hanya pada satu hati, dalam jangka waktu lama pula. Tak terbayangkan. Sama sekali tak mungkin.

Tapi lucunya, kata-kata yang terucap nyaris sebelas tahun lalu itu pun terbukti. Dua tahun lalu, saat kubertemu si om dalam acara keluarga, kata-kata pertama yang dia ucapkan adalah “masih?” dan aku hanya bisa pasang tampang miris. Gantian si om yang tertawa.

Asal kamu tahu ya, aku berusaha menghilangkan rasa itu. Dengan kondisimu saat ini, aku tahu harus secepatnya melupakan anything ’bout the L word, agar aku dapat melangkah meninggalkamu. Sungguh aku berusaha. Mencoba menggantikanmu dengan yang lain. Mencoba kembali menjadi petualang. Mencoba selalu sibuk agar tak sedetik pun teringat padamu. Dan sepertinya usahaku kurang keras, toh kau masih tetap hadir. Bahkan dalam tidurku!!

Beberapa waktu yang lalu seorang kawan membacakan tarot untukku. Entah apa yang ada di kepalaku saat itu, malah bertanya tentang kita, bertanya kapankah ini akan ‘selesai’? Tahukah kamu apa yang dikatakan si kawan? Dia bilang, “masih lama.” WTH?!

“Kecuali kita, karena kita abadi.”

~~~~~~~

hahaha.. fiksi macam apa ini wahai sodara-sodara setanah-air-angin-udara beta?? #malahnanya

as usual, maafkan sajalah, maklum nulisnya di kala siang yg bolong tapi mendung yg tak berarti hujan, plus playlist lagu yg ujug-ujug muter bikin pengen ngiris-ngiris bawang #eh

bener kata si patner, yg bikin ‘masalah’ tuh bukan hujannya tapi keadaan dimana ga ada cahaya matahari. hujan mah cuma turut serta ngebantu memperparah keadaan doank. yeah as sampel, saban malem minggu *yg mana ga ada ceritanya kalo malem ada matahari nonggol* para jomblo teteup rutin pengalauan masal walau bukan lagi musim hujan. hahaha..

btw, inget ya ini fiksi. bukan curhat apalagi pake nyolong. bukan juga pengalaman apalagi pake pribadi. sekali lagi, ini fiksi. inget!!

*brb ngangkat jemuran*

~salam~

Tagged: ,

§ 5 Responses to kecuali kita

  • Agung Rangga says:

    kirain beneran curhat~πŸ˜†
    semangat ngangkat jemurannya~:mrgreen:

    ~~~~~~~
    hahahahha..
    tentu semangat ngangkat jemurannya, kalo gak bakal kudu nyuci lagi *sigh

  • mylitleusagi says:

    Oh jadi ini fiksi,, bukan curhat yaa
    *manggut manggut*

    ~~~~~~~
    hahahahahahahaha
    no reply comment ah..

  • adizone23 says:

    semoga cerita fiksinya jadi kenyataan.. heheπŸ˜€

    ~~~~~~~
    jd kenyataan? oh no!!
    sekian taun bertepuk sebelah tangan
    oh nooooooo.. *tepuk jidat*

  • loewyi says:

    lah lah…. kok fiksi…. wah wah…

    ya tak mengapa…. jalan ceritanya sip.πŸ˜€ harus dilanjutkan tuch.πŸ˜€
    eman kalo cuma segitu.πŸ˜€

    ~~~~~~~
    idenya belum ada mas lukman
    mau cari pengalaman dulu, eh cari ide maksudnya
    hehehehe

  • melly says:

    yakin ini bukan curhat?

    ~~~~~~~
    yakin kok, soalnya klo curhat pasti lebih parah #eh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading kecuali kita at pethakilan.

meta

%d bloggers like this: