wahai para penderita sakit karakter

July 29, 2011 § 5 Comments

dijual aneka muka. bila berminat silahkan hubungi toko sebelah.

emosi melanda, datang tiba-tiba tanpa peringatan, layaknya tsunami yg meluluh-latakkan bangunan di pesisir pantai, begitupun dengan respek yg dipunya, hilang begitu saja rata dengan tanah tanpa tersisa.

nand pernah berkata, “bahwa orang yg paling mengerti apa itu sabar bukan lah orang-orang yg tidak pernah marah tapi orang-orang yg aslinya adalah pemarah, yg bisa meluapkan kemarahannya disaat emosi sudah mencapai kepala. karena mereka tau bagaimana rasanya menahan amarah di kondisi emosi, kondisi yg paling sulit tuk bersabar.”

sebuah perkataan yg secara langsung ditujukan pada saya yg bisa menghancurkan kaca atau memukul orang begitu saja disaat marah.

saat nand berkata seperti itu, saya hanya tertawa dan menyahut, “kalo gue ga langsung mukul orang atau banting barang itu bukan karena sabar tapi emang lagi kere ogah ganti rugi ato orangnya ga ada di depan mata.”

saya sabar? hah!! in your dream and of course not in my dream at all.

tapi kali ini saya mau tidak mau mengiyakan perkataannya. benar-benar menekan habis amarah yg menjilat-jilat seperti api. menahan diri menyemprot orang-orang itu. menahan diri menonjok wajah-wajah yg menjijikkan. menahan diri menunjukkan kemarahan ini secara langsung. cukup hanya orang terdekat saya saja yg melihat. cukup hanya menuliskan semuanya tanpa kata-kata lisan. sepertinya masih tersisa sedikit yg namanya ‘menjaga perasaan’.

cih!

mungkin kalian bertanya-tanya apa sih yg orang-orang itu lakukan hingga saya semarah ini. tidak hanya kalian, patner saya saja heran kenapa saya seemosi ini.

patner saya sampai bilang, “calm down men, dia nothing. bahkan dia juga bukan temen kita.”

emosi saya reda seketika. yeah, si patner benar. dia nothing dan dia juga bukan siapa-siapa. makhluk tidak penting.

banyak hal yg bisa menyulut emosi saya. salah satunya adalah bila berhadapan dengan orang tolol bego idiot ga punya otak berpikiran sempit cetek dangkal tidak pake logika sok keminter picik tidak paham saja belagak paham. orang yg try hard to be cool. orang yg membangun ‘image’. orang yg entah kebanyakan jatah muka atau tidak punya muka malahan. orang yg tidak bisa bermain halus tuk nunjukin ke-fake-annya. orang yg merasa suci padahal aslinya lebih kotor dari yg paling kotor. orang yg mikir dia paling asoy geboy tuk menghakimi orang lain.

orang yg sebelas dua belas dengan seperti itu lah. bukan sakit jiwa tapi sakit karakter. tingkat kejijik-an saya sama mereka jauh lebih besar bila dibandingkan saat saya harus memakan kotoran.

hilang respek.

saya memang jalang, bukan orang suci. dosa saya bila dibandingkan dengan orang-orang itu pun saya yakin jauh lebih besar bagian saya. saya juga suka menghakimi tanpa pertimbangan apapun. sok tau adalah nama tengah saya. dan saya mengakui saya tak seujung kuku pun lebih baik dari mereka. saya tahu itu.

tapi, saya juga tau hal lain, yakni saya jauh lebih baik melakoni karakter dari tokoh yg sedang saya mainkan di panggung hidup ini. bermain dengan ‘cantik’. beda sama kamu!

sombongkah katamu? memang! lalu kenapa? memang itu kenyataannya. karena antara di belakang dengan di atas panggung tidak akan ada bedanya tuk saya. saya adalah saya. fake itu taik!

adalah sebuah pantangan bila sampai ada orang berkata kasihan atau memandang rendah pada diri ini. seperti sekarang, saat saya mengasihani dan merendahkan mereka. sungguh saya benar-benar kasihan sampai rasanya ingin memberikan sumbangan. berusaha sangat keras membangun ‘image’ tapi hanya kebalikannya yg terlihat. pathetic.

tak terima?! silahkan. like i care. screw you!!

*nunjukin pintu menuju tempat pembuangan kotoran*

~salam~

Tagged: ,

§ 5 Responses to wahai para penderita sakit karakter

  • bintang says:

    nama tengahku opo yo ??

    ~~~~~~~
    opo yo? coba takon si mbok, sopo tau ngerti..

  • Usagi says:

    Sabar
    5 huruf tapi gak gampangg ngelakuinnya,
    Gw juga bukan orang yng bisa nahan emosi,,
    Kalau udah keubun-ubun gw lbih milihh diemm
    Yang waras Ngalah ajak

    ~~~~~~~
    trus yg bilang gue waras sapa?

  • Asop says:

    Wow.. marah itu capek. Jadi males buat marah.😐

    Lagipula, orang marah ke kita jangan dibalas marah. Api dibalas api, ya malah parah. Itu kata orang.:mrgreen:
    Tapi, kalo orang bikin kita kesel sampe pengen marahin dia, berpikirlah “apa untungnya gue marahin dia?”😀

    ~~~~~~~
    orang marah ke kita jangan dibalas marah >> orang itu tidak marah hanya menjengkelkan tingkat dewa sehinga membuat saya emosi tingkat dewa juga.
    untuk marah pun butuh untung rugi? kalah sudah pedagang..

  • niQue says:

    hihihihi at least i’m not alone in this world
    bukan, bukan saya senang menjadi orang yg meledak2 jika marah
    tapi saya senang karena jadi bisa mengerti amarah yg sedang membara di ubun2mu saat inii
    dan tau benar bagaimana usahamu untuk meredamnya
    agar si pembuat ulah itu tidak dihajar habis2an

    good step! lain klo mo marah ya gini menulis aja
    lumayan kok ….😀

    ~~~~~~~
    ahahhahah.. sendirian di dunia? sepi bener.
    trus manusia yg sekian milyar sisanya itu pada kemana yak?
    senang karena bisa mengerti mbak? hm.. ngerti aku *padahal masih bingung*
    apa yg lumayan? tapi kalo lain kali marahnya sambil nabokin orang boleh ga? *emang bisa?*

  • eyha4hera says:

    mane orangnye..maneeeeeeeee…..

    # ngambil golok……

    ~~~~~~~
    *nyodorin golok yg udah diasah tajem sambil nunjukin yg mana orangnya*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading wahai para penderita sakit karakter at pethakilan.

meta

%d bloggers like this: