sayangnya..

July 25, 2011 § 7 Comments

Kuyup kuterbangun dari tidur. Okeh tenangkan diri, itu hanya mimpi.

Tapi setelah sekian lama, mengapa harus hari ini kumemimpikannya kembali? Apakah ini pertanda? Entah, aku bingung.

“Arkh.. Sial!!” segera kuhapus cairan asin yang tiba-tiba menetes keluar.

Setengah malas kubangun dan membuka tirai kamar. Membiarkan udara pagi menyegarkan tubuh dan pikiranku. Mengacak rambutku yang kaku akibat terlalu lama berbaring.

Ah.. Ternyata di luar hujan deras. Dan tanpa bisa dicegah kuteringat kejadian di malam itu.

*

Flashback

Kedai Kopi Phoenam

“Hai.. Dah lama? Sorry, ini baru sempet kabur. Ada apa? Kok tumben? Ga biasa-biasanya hari kerja gini kamu ngajak keluar?” tanyaku bertubi-tubi kepada orang dihadapanku ini.

“Duduklah dulu” sahutnya dengan sabar.

Aku pun duduk di hadapannya. Tak berapa lama datang seorang pelayan menanyakan pesanan.

“Kopi susu satu” sahutku. “Jadi ada apa?” segera kualihkan tatapan kepadanya dengan tak sabar.

“Tak bisakah kau sabar sedikit?” sahutnya sembari mengelengkan kepala.

“Hahahaha.. Maaf, aku buru-buru. Mama tadi nyuruh beli buah buat acara di rumah besok, makanya aku bisa keluar. Kalo kelamaan nanti mama curiga. Aku ga pamit ke sini soalnya” ujarku menjelaskan.

Dia menghela napas. “Tunggulah sampai kopi susumu datang. Sudah lama kita ga ngopi bareng kan? Ini ga akan makan waktu lama kok.”

Aku hanya memutar-mutar batang rokok yang baru saja kukeluarkan, diam. Entah mengapa sudah sejak berangkat feelingku tak enak. Tak sampai lima menit kopi susu pesananku datang, memecah kesunyian diantara kami berdua.

“Kopiku udah dateng. Ada apa?” tanyaku seraya membakar rokok.

“Ga diminum dulu?”

“Arkh!! Ada apa sih? Okeh, kalo niatmu bikin aku penasaran, kamu sukses. Jadi sekarang bilang..”

“Bulan depan aku nikah.” potongnya.

“Apa?! Serius?! Sama sapa? Lalu aku? Ah bukan aku, lalu kita? Kok bisa? Kenapa?” emosiku sedikit terpancing.

Reflek kuacak rambut pendekku, hal yang selalu kulakukan disaat tak mengerti apa yang sedang terjadi.

“Bulan depan kapan?” tanyaku lagi, penasaran.

“Tanggal sembilan.” sahutnya pendek.

“Sembilan?! Benarkah?! Bukannya itu..”

“Iya aku tau maksudmu, itu tepat setahun kita jadian.”

“Kenapa? Ada apa? Kamu kenapa? Apa yang terjadi? Aku salah apa? Did i miss something?”

Emosiku kembali terpancing. Beberapa orang sampai memalingkan wajahnya tuk menatap kami. Aku tak peduli dan dia hanya diam. Diraihnya bungkus rokok yang sedari tadi tergeletak di meja, diambil sebatang lalu dibakarnya. Aku sudah membakar batang rokok kedua saat kata-kata keluar dari mulutnya.

“Kamu ga salah apa-apa, aku yang salah.” lirih dia berkata.

“Aku ga bisa cerita sekarang.” lagi-lagi dia berkata saat aku tak meresponnya.

Aku tak lagi memandang sosok yang hampir setahun ini menjadi kekasihku. Menunduk kutatap kopinya yang sedari tadi belum tersentuh, lalu mengalihkan pandangan ke luar jendela.

“Aku boleh datang?”

“Kamu akan diundang tapi aku mohon kamu jangan datang. Aku ga sanggup.” sahutnya setelah terdiam lama.

Segera kuminum kopi susu yang sudah dingin, sampai habis. Aku ingin pergi.

“Hubungi aku kalo kamu sudah bisa cerita ada apa. Aku harus pergi sekarang. Mama pasti nyariin.” kataku beralasan.

“Ris..”

“Ya?”

“Maaf..”

“It’s okay Nu. If this’s not okay, i hope i’m okay. Take care ya.”

“Oris..”

“Ya?”

“Kuantar yah. Hujan di luar.”

“Ga usah. Aku bawa mobil kok.”

“Hati-hati.”

“Sip.” balasku singkat.

Sekarang aku benar-benar ingin segera beranjak dari tempat itu. Hatiku kebas. Bergegas kutaruh selembar uang di meja dan bangkit berdiri.

“Danu..” kupanggil namanya sebelum benar-benar pergi.

“Ya?”

“Take care ya. Congrat. Be happy. Luv you.”

Aku melihatnya tersentak, terus memandangiku yang tersenyum. Semoga saja dia melihat ketulusan di senyumku. Semoga.

“Kamu juga. Take care. Dan maaf.” sahutnya walau tanpa senyum.

End of Flashback

*

Haaah.. Sebaiknya ku segera bersiap. Hari ini hari yang penting. Aku tak mau datang terlambat tuk menyaksikan pernikahannya.

Bukan, bukan pernikahan mantan kekasihku itu tapi pernikahan salah satu sahabatku, namanya Danu.

Sayang, hanya namanya saja yang sama.

~~~~~~~

fiksi pertama bulan ini *jejogetan*. base on true story tapi bukan story saya as usual *kibas rambut*. hahahaha banzai aja dah ah. happy reading.

*lanjut jejogetan lupa punya utang posting kopdar waktu di jakarta dan yg kemarin*

~salam~

Tagged: ,

§ 7 Responses to sayangnya..

  • bintang says:

    *give applause*
    aku kaga paham yang masalah cairan asin ituh . . .

    ~~~~~~~
    coba buka kamus sono
    apa mau dipinjemin
    *lempar KBBI*

  • Asop says:

    Aaaaaargh saya ga tahan mbaca kisah yang begini…😦

    ~~~~~~~
    knp sop? pengalaman pribadi yak
    hahahhahah..

  • niQue says:

    itu mah biasa klo lupa punya utang
    klo yg punya utang ingat tuh baru luar biasa😛

    kirain tadi yg ditinggal kawin yg punya blog ini xiixix

    ~~~~~~~
    aku inget kok mbak klo aku punya utang
    cuma males aja bayarnya
    *garuk2 tanah dipojokan sambil cengenges*
    iiiih beneran loh aku ditinggal kawin
    ditinggal kawin mb niq, ditinggal kawin tetangga deket kost, ditinggal kawin.. *blurrp blurrrp #tengelem

  • eyha4hera says:

    whoaaaaa….udah nyiapin tissu banyak banyak…kirain kamu dehh..
    hihihihihhi… # inget pengalaman sendiri :p

    ~~~~~~~
    siapa bilang bukan aku?
    *eh loh eh*
    hahhahhaha
    iya ini kan pengalamanmu Ra
    kuceritain ulang, ece2nya fiksi #ditabok

  • sakti says:

    plok…plok…plok… keren… apa yang bikin keren gara-gara ada ‘cairan asin’ itu ya?

    ~~~~~~~
    jadi kalo itu cairan diilangin, kagak jadi keren donk?
    *nangis di pojok kamar*
    hahhahhaha.. thanks ya sak..

  • […] fiksi serial danu-oris inilah proyeknya. serial tapi tidak bersambung, tidak pula berurutan, dan ending-nya sudah ada di […]

  • Putri Rizkia says:

    quote ini
    “base on true story tapi bukan story saya as usual *kibas rambut*”

    *kedap kedip curiga*

    ~~~~~~~
    hush!! ojo suka curigaan toh..
    nanti kelilipan #apaaacuba

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading sayangnya.. at pethakilan.

meta

%d bloggers like this: