tiga jam lebih

June 13, 2011 § 5 Comments

menikmati dinginnya malam di alun-alun kidul. ditemani semangkuk mie rebus, empat mangkuk wedang ronde, segelas cappuccino dingin, dan segelas air yg juga dingin.

tak mau ketinggalan menemani adalah segerombol pengamen dan pengemis. ukh.. sepertinya lebih ‘mahal’ ongkos nyumbangnya dibanding membayar apa yg sudah dipesan. maaf, tolong maklumi saja. tipisnya kantong sedang kumat tak terkira.

semua sibuk. sibuk berduaan di sudut sana. sibuk berkeliling dengan sepeda berlampu. sibuk bermain dengan penutup mata dan beringin. sibuk bercengkrama dengan keluarga atau teman. sibuk. kamipun sibuk, sibuk berbicara.

seingat saya, sepertinya ini bukan malam jumat. lalu mengapa hidangan yg tersaji di meja adalah hidangan yg membuat bulu kuduk berdiri? #tanyakenapa

untung saja tak bertahan lama. hidangan di meja cepat berganti dengan update‘an kabar *bila tak ingin disebut bergosip* apa saja yg lagi in. ah.. sekali lagi mohon maklumi saja. di sini ada empat mulut haus pelampiasan tengah berkumpul bersama.

andai kata tak ingat hari yg hampir berganti. andai kata tak ingat dingin yg hampir membuat beku. andai kata tak ingat jadwal setor muka ke kampus. andai kata tak ingat perjalanan di pagi nanti. tentu jenis hidangan yg lain sudah tersaji di meja.

sayangnya semua itu teringat. menembus dingin dan malam. pulang.

*ngerapetin jaket*

~salam~

Tagged:

§ 5 Responses to tiga jam lebih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading tiga jam lebih at pethakilan.

meta

%d bloggers like this: