tak ada gunanya menggunakan google translator tuk menerjemahkan bahasa rasa

February 28, 2011 § 11 Comments

karena diruang-hampalah manusia melarikan diri menuju pelariannya yg ekstrem.

janganlah engkau percaya dengan ‘apa adanya’, karena prilaku-jiwa-kata adalah kontradiktif yg ambigu. seperti mencintai kaca, realitas yg tak nyata. begitu mirip sehingga lupa siapa meniru siapa.

sesuai dengan teori efek doppler, laju suatu gelombang bergantung pada medium yang dilaluinya. maka apa yg di‘rasa’ pun tergantung pula ‘fasilitas’nya. maka jarak, frekuensi waktu, ato apapun itu, sangatlah penting dikala hati sedang me‘rasa’, walau kadang bingung untuk apa (dan siapa).

tujuh, sepuluh, dua lima, atau entah berapa tahun hati dapat me’rasa’, tak ada yg tau. walaupun bagiku ‘rasa’ itu adalah keserbasalahan. sama serbasalahnya dengan sudut-sudut jalan yg tak berubah, membuatku sulit menjelaskan padamu bahwa sudut ini kini hanyalah sekedar sudut.

mario teguh bilang, berhati-hatilah dengan yg namanya ‘segala sesuatu akan indah pada waktunya’. karena ada waktu untuk orang lamban dan ada waktu untuk dia yang cepat. tetapi aku hanya ingin terbebas dari sistem yg mengatakan adalah normal bekerja tuk mapan, normal menikah karena usia, atau normal mengatakan “terserah” akan sebuah pertanyaan.

ah.. seandainya mereka tau bahwa kehidupan itu menjadi lebih hidup dan menarik apabila kehidupan ini dijalani dengan spontanitas. tanpa terbelenggu sistem. tanpa stigma. tanpa tenggat waktu.

dan spesial untukku adalah tanpa larangan menyebutkan namanya dengan jelas, tanpa peduli pikiran-pikiran di belakang hati dan perasaan orang lain.

memang antara ‘apa adanya’ dengan ‘tak peduli’ bedanya tipis.

~~~~~~~
salam pethakilan

Tagged: , ,

§ 11 Responses to tak ada gunanya menggunakan google translator tuk menerjemahkan bahasa rasa

  • liamareza says:

    yang komenku gak diposting bang? heheee

    ~~~~~~~
    males ijinnya..
    hehehehehe..

  • 'Ne says:

    salam kenal.. sepertinya saya baru ke sini ya😀
    sayang kita hidup di lingkungan masyarakat yang penuh stigma, bagi saya sih jalani hidup sesuai kata hati, ada toleransi tapi jangan diperbudak😀

    membaca tulisan di atas sepertinya si penulis seorang yang berjiwa bebas *like me* haha maap sok tahu saya😀

    ~~~~~~~
    wah, ini toh yg disebut2 nand kemaren,
    jumpa juga kita *via dunia maya* hehehe
    stigma n judgement *eh itu sama aja ya?*
    serba salah ya, menjadi diri sendiri eh dibilang egois.
    tak menjadi diri sendiri eh dibilang munafik.
    kalo saya mah lbh suka egois pilih2, kalo ne?

  • Ngikut saja lah, soalnya kalau tidak ada bantuan google translator binggung juga.

    ~~~~~~~
    trus pilihan bahasanya apa donk?
    diterjemahkannya ke bahasa apa?

  • ais ariani says:

    bahasa di ruang hampa menggunakan bahasa apa?
    bahasa rasa?

    apa ada nya dan tidak peduli itu beda tipis?

    yah mungkin iyah. dan aku bukan dua – dua nya mungkin.

    hoaaahm…
    banyak gak ngerti sama tulisan ini. kek nya otak ku downgrade tenan ki

    ~~~~~~~
    tunggu.. tunggu..
    kau yg ga mengerti ato aku yg membuat tulisan yg tak dapat dimengerti?
    aduh!!

  • sukakmulah dek
    awak mbaca judul sama terakhirnya aja nyaaa

    dah mandi kow?

    ~~~~~~~
    ahhahahhahahha..
    kebiasaanmu kak..
    mandi? hm.. belum.
    dari terakhir ketemu kak jul itu kalo mau tau lebih jelasnya..😛

  • tutinonka says:

    *senyum tipis*
    *geleng-geleng*
    artinya …
    *gak mudheng*😀😀

    ~~~~~~~
    hahahhaha..
    *aduh bunda, ampun.. ari ngakak duluan baca komen bunda*
    ga mudeng ya bunda? jadi sama donk kita..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading tak ada gunanya menggunakan google translator tuk menerjemahkan bahasa rasa at pethakilan.

meta

%d bloggers like this: