percakapan tentang ternyata

February 18, 2011 § 5 Comments

tahukah kamu, dengan ngeshare hal itu dia akan tahu siapa aku sesungguhnya. tapi biarkan saja dia tau. lagipula ini pikiran yg terlalu jauh dan terlalu pintar. sedangkan aku tahu persis dia tidak berpikir ‘jauh’ dan tidak ‘pintar’.

kamu menjawab: EGP

hahahahahaha..

tahukah kamu, mendengarkan tiga anak manusia dewasa saling berdebat masalah sepele sungguh tidak membangun mood yg bagus. apalagi disaat kesal terbangun dari tidur karena perdebatan tersebut dan aroma busuk proses pembuatan kolang-kaling bercampur masakan yg sedang dipanaskan. tapi tidak apa. karena aku sudah tau semua sudah mengesalkan sejak aku membuka mata jam sebelas siang tadi. and i don’t really care bout ‘that’ because they’re old enough to care for themselves.

ah.. ternyata ini sedang bulan purnama. pantas saja. laut sedang pasang dan semua manusia di bawah itu sedang berubah menjadi serigala. pantas saja..

dan aku di sini menatap bulan itu, berharap aku pun ikut berubah menjadi serigala. agar aku dapat mengoyak mereka semua yg mengganggu ketentraman hidupku termasuk mengoyak diriku sendiri. agar aku mampu menghilangkan air mata ini. agar aku bisa berlari dari keluhku dengan kencang dan mantap.

kamu menjawab: belum purnama hoi.. coba amati lebih seksama

ah.. ternyata belum purnama. pantas saja aku tetap tak kunjung berubah. pantas saja air mata ini tetap mengalir turun. pantas saja aku tetap duduk diam di tempat jemuran ini dan menuliskan ini. karena mana ada serigala yg nangkring di tempat jemuran sambil smsan, mendengarkan mp3, ngerokok, ngopi, ngenet, dan bermain sudoku. sekaligus pula.

kamu menjawab: … *eh ga denk, kamu ga ngejawab, paling juga kamu ketiduran*

tahukah kamu, disetiap yg kecut pahit pasti ada yg manis. seperti saat aku menghapus air mataku, aku tercium aroma parfumku yg masih tertinggal di pergelangan tanganku, tetap manis dan segar. padahal asal kamu tahu aku sudah tak mandi sejak tiga hari yg lalu.

yeah.. ternyata hidup itu memang senangnya bermain jungkat-jungkit. pantas saja. disaat aku sedang gelisah menatap bulan dan berkhayal tentang dia, ada orang lain yg sedang merangkai kata untuk mengungkapkan apa yg dia rasa padaku dan memupuskannya disaat yg sama. ternyata orang itu cukup sadar rasaku ini tak tertuju padanya. tapi padanya yg lain. tanpa perlu ku berkata dengan jelas. hm.. just feel sorry for that.

“in simpel ways i wanna say, i am so sorry kalau selama ini aku banyak membebani kamu dengan keinginan, mimpi, dan harapan-harapanku. satu doa yg tersirat dalam hatiku semoga perjumpaan, perjalanan, kemarahan, kerinduan, dan kebersamaan ini selalu mengalirkan cahaya kasih dan keberkatan dalam hidup kita. now and forever. gak pake ribet ya, masih ada lowongan gak? seandainya ada paling gak kan aku bisa nyicil masukin cv dan kalo penuh ya udah gak papa. ;)”
-sms menjelang pagi dari seseorang yg itu

note: iluseteresiong dapet di mari.

~~~~~~~
salam pethakilan

Tagged: ,

§ 5 Responses to percakapan tentang ternyata

  • Bang Aswi says:

    Berharap lagi neh ceritanya hehehehe … ^_^

    ~~~~~~~
    berharap itu kan termasuk proses hidup, ya toh bang?
    jadi tak ada salahnya tuk selalu berharap,
    tapi memberikan harapan terlalu besar pada sesuatu yg tidak ada harapan didalamnya juga kayaknya salah
    hehehheehe
    aku ini ngomong opo toh yo?
    *bingung dewe*

  • hanyanulis says:

    Hmmm..ternyata selalu mengandung personofikasi tentang ungkapan yang perlu diperjelas lagi kan???🙂

    ~~~~~~~
    entah mengapa saya selalu menganggap benda mati itu punya ‘nyawa’..
    termasuk hidup/ternyata itu sendiri,
    ada ‘nyawa’ didalamnya sehingga dapat berlaku seperti manusia..
    hehehhehe

  • ais ariani says:

    laen kali, tanggalan nya dilihat lagi yah,
    dan pake kacamata coba kalau mau memandang angkasa..

    ~~~~~~~
    kok tau gue liat bulan ga pake kacamata??
    lo ngitip ya??
    *curiga*

  • liamareza says:

    percakapan dengan ternyata (serigala)….

    ~~~~~~~
    ah.. terlalu jauh dan pintar kau.. *ehem*

  • […] warung ujung kompleks. ato nangkring di pinggir tempat jemur baju balkon sambil sms’an tolol nungguin kapan purnama ato ngayal kapan […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading percakapan tentang ternyata at pethakilan.

meta

%d bloggers like this: