langit tetap biru walau kamar tetap berantakan

January 14, 2011 § 2 Comments

17:24

di balkon loteng tempat jemur baju.

laptop mini dipangkuan.

es kopi campur baileys di sisi kanan.

asbak dan sebatang rokok yg masih separuh menyala di sisi kiri.

jangan tanya suasana hati, saya juga tak tau pasti. tak mengerti mengapa bisa seanteng ini.

padahal..

padahal skripshit eh skripsi belum juga nyampe halaman kedua.

padahal semalam baru bertengkar hebat dengan sang sahabat, yg tak pernah terjadi sepanjang 10 tahun mengenalnya.

padahal listrik dan air belum juga dibayar dua bulan ini.

padahal sudah nyaris tiga malam belum memejamkan mata.

padahal belum nemu cara gimana bayar tagihan spp semester baru dan uang skripsi di tanggal 17 nanti.

padahal sakit saraf saya kayaknya makin parah.

padahal ada lelaki itu online YM tapi tak menegur saya.

padahal printer rusak dan tintanya mahal naujubileh.

padahal ada janji yg dibatalkan begitu saja.

mungkin..

mungkin karena udara begitu sejuk.

mungkin karena koneksi inet sedang bagus-bagusnya.

mungkin karena langit sangat nyaman dipandang.

mungkin karena es kopi ini begitu nikmat.

mungkin karena sms sahabat saya kembali baik-baik saja.

mungkin karena tender proyek yg baru saja diberikan via YM tadi.

ah..

saya jadi curiga, jangan-jangan sebenernya saya sudah tak bisa mengenali apa yg saya rasakan. kehilangan korelasi antara apa yg terjadi dan efeknya ke perasaan. ato jangan-jangan sayanya saja yg mudah teralihkan.

never know and never wanna know..

~~~~~~~
salam pethakilan

Tagged: , , ,

§ 2 Responses to langit tetap biru walau kamar tetap berantakan

  • ais ariani says:

    perlu nomor telpon dokter syaraf?😀

    ~~~~~~~
    mungkin psikiater dulu yak,
    jangan2 sebenernya bukan otak gue yg diagonal tapi hati..
    emang elo punya nomernya dokter saraf?
    *teteup*

    • ais ariani says:

      emang punya telpon psikiater? psikolog aja deh. tungguin temen ku jadi psikolog
      *ngelirik si Ibu yang baru melahirkan*

      ~~~~~~~
      kalo psikolog yg itu, ane juga punya *ikut ngelirik*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading langit tetap biru walau kamar tetap berantakan at pethakilan.

meta

%d bloggers like this: